Kamis, 03 Juni 2010

PRANATA SOSIAL DESA PABBARESSENG


PRANATA SOSIAL

Lebih dari sekedar nama desa, Pabbaresseng adalah komunitas yang masih memiliki pranata sosial yang masih kuat. Kultur budaya yang umum berlaku di kecamatan Bua masih dilaksanakan.Pranata-pranata sosial seperti Gotong royong membangun sarana umum maupun keluarga masih berlaku. Misalnya Pada hari Minggu masyarakat memanfaatkan waktu sekitar 2-3 jam untuk bergotong royong membangun sarana umum seperti kantor desa, perbaikan jalan, pembersihan saluran air dan lain-lain. Sedangkan untuk kegiatan kekeluargaan seperti acara pesta pengantin jauh hari sebelum pesta, kelompok pemuda bergotong royong mempersiapkan bahan seperti Kayu, Bambu dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan.

Sementara tetua masyarakat yang lebih faham akan pembuatan hal-hal yang berhubungan dengan adat seperti pembuatan Pagar Bambu atau yang disebut dengan Balasuji dan perangkat-perangkat adat lainnya dibuat oleh mereka atau mengatur orang-orang dalam pembuatan hal tersebut. Seperti halnya dengan pembangunan rumah yang dibagun dengan dasar gotong royong beberapa kelompok seperti kelompok pemuda, orang tua, ibu-ibu dan remaja saling bahu membahu membantu.

SELAYANG PANDANG KOMUNITAS DESA PABBARESSENG



A.PROFIL SOSIO-DEMOGRAFIS

Pabbaresseng adalah nama desa yang mekar pada tahun 2008 dari Desa Barowa, Pengusulan untuk menjadi desa yang berdiri sendiri telah digagas sejak tahun 2007. Secara administratif desa Pabbaresseng masuk dalam wilayah Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Komunitas masyarakat desa Pabbaresseng adalah komunitas masyarakat Bua pada umumnya. Bahasa yang digunakan sehari-hari di Bua umumnya orang mengatakan sebagai bahasa Tae’, bahasa ini ada kemiripannya dengan bahasa Toraja, selain itu ada pula yang menggunakan bahasa Bugis baik penduduk lokal maupun pendatang dari Bugis dan Makassar.

Nama Pabbaresseng memiliki arti yakni sebagai wadah atau tempat penyimpanan beras. Konon kabarnya tempat ini dahulunya adalah tempat atau gudang penyimpanan Beras jika Kapal-kapal pengangkut Beras dari berbagai daerah berlabuh di Pabbaresseng.
Bahkan dalam sejarah disebutkan bahwa Pabbaresseng sebagai tempat menyambut tamu yang menggunakan perahu perang bernama La Uli Bue. Tempat tersebut dinamakan La Pandoso yang berada di Muara Sungai Pabbaresseng pada saat agama Islam pertama kali masuk di Tanah Luwu yang dibawa oleh Khatib Datok Sulaiman dari Buo Lintau Padang panjang Sumatra. Monumen La Pandoso seperti pada gambar diatas.

Desa Pabbaresseng adalah daerah pesisir pantai Bua dengan luas wilayah adalah 3.875 M2 berada pada ketinggian 00 dari permukaan laut, dengan topografi yang datar. Keadaan iklim menurut Schmidt dan Ferguson, iklim di desa Pabbaresseng tergolong kedalam iklim tipe B dengan curah hujan antara 500-1000mm/tahun.
Secara administratif desa Pabbaresseng berbatasan dengan Desa Barowa di sebelah Utara, Desa Pammesakang Sebelah Selatan, Desa Tanah Rigella Sebelah Barat dan Teluk Bone di Sebelah Timur. Wilayah pemukiman masyarakat menghampar sepanjang jalan. Sedangkan lahan pertanian/perkebunan berada dekat dari rumah atau jalan, ada pula yang mempunyai areal perkebunana atau tambak ikan yang jauhnya sampai 1 km dari rumah.

Di Desa ini mengalir Sungai Bua yang mengalir dari hulu yaitu desa Posi dan terus ke hilir Teluk Bone. Selain itu terdapat pula sungai-sungai yang mengalir di areal tambak yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut yaitu Sungai Pabbaresseng merupakan induk dari sungai sungai kecil seperti sungai Sere yang mengalir dari Desa Pammesakang menuju Induk Sungai Pabbaresseng. Sungai kecil tersebut berperan dalam pengaturan pasang surut air laut yang dapat mengairi lahan tambak/empang masyarakat.
Keadaan Penduduk Tahun 2009 jumlah mencapai 1.568. Komposisi penduduk Perempuan 818 jiwa dan Laki-laki 750 jiwa dan jumlah KK 344.

Masyarakat desa Pabbaresseng membentuk pola pemukiman yang sifatnya campuran, tersebar dari dusun satu hingga dusun empat, mengikuti alur jalan atau lahan olahan seperti kebun, empang dan pinggir jalan. Sistem ikatan sosial masih melekat yang dirajut oleh ikatan-ikatan kekerabatan yang saling menghormati satu sama lain, masyarakat pada umumnya menyebut dirinya sebagai masyarakat asli Bua atau Luwu.
Masyarakat umumnya menggantungkan hidupnya pada sektor perindustrian, mereka bekerja di industry perkayuan/Plywood di PT. Panply. Rata rata yang bekerja adalah para pemuda dan remaja selebihnya adalah orang tua yang sudah lama bekerja hingga mencapai masa kerja 25 tahun bahkan lebih hingga 30 tahun. Selain itu matapencaharian masyarakat sebagai Petani Rumput Laut baik yang dikelola di laut (jenis Catonik) maupun yang dikelola di tambak/empang (jenis Grassilaria) yang dipadukan dengan ikan jenis Bandeng dan Udang, Pekerjaan-pekerjaan lainnya seperti pedagang kelontong, Nelayan, PNS dan ada pula yang mengumpulkan sisa-sisa limbah industri perkayuan seperti serpihan kayu.

Komunitas Perempuan saat ini umumnya mengelola rumput laut, yang juga sebagai mata pencaharian. Kaum perempuan berperan penting dalam membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga dimana pada setiap musim panen rumput laut kaum perempuan ikut serta dalam pengeringan dan perbanyakan bibit, sehingga mereka dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam setiap rumah tangga.

TANGGUL DAN TAMBATAN PERAHU DESA PABBARESSENG

Tanggul yang Dibuat PNPM-MPd kini dapat dimanfaatkan sebagai Tambatan Perahu dan Tempat penjemuran Rumput Laut
Tanggul yang Dibuat PNPM-MPd kini dapat dimanfaatkan sebagai Tambatan Perahu
Rona Awal Sebelum Dikerja PNPM-MPd tahun 2009
1.Latar Belakang

Desa Pabbaresseng sebagai suatu kawasan pesisir yang strategis, mengalami tekanan pembangunan yang secara signifikan menyebabkan terjadinya Eskalasi Degradasi yang cukup memprihatinkan. Kecendrungan meningkatnya degradasi lingkungan pesisir Desa Pabbaresseng antara lain ditandai dengan meningkatnya abrasi dan erosi/pengikisan tanah yang menyebabkan genangan air yang tidak teratur, rusaknya jalan pematang yang dilalui masyarakat, selain itu dampak secara ekonomi dapat menghilangkan sumber-sumber pendapatan masyarakat seperti hasil tambak berupa Ikan, Udang dan Rumput laut. Kerusakan tersebut juga berdampak pada nelayan dan petani rumput laut Katonik dimana aksesibilitasnya terhambat untuk mengangkut hasil tangkapan. dan hasil laut lainnya.

Terhambatnya aksesibilitas petani tersebut juga merupakan persoalan yang sudah berlangsung sekian tahun dimana para nelayan tidak memiliki tempat untuk menambatkan perahu. Disisi lain kemampuan masyarakat untuk mengelola lingkungannya masih lamban disebabkan oleh tingkat ekonomi yang lemah dibarengi dengan kesadaran untuk mengelola lingkungan juga lemah oleh karena kapasitas Sumberdaya Manusia (SDM) dalam memotivasi pembangunan guna menguatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dan pemerintah masih terbatas.

Persoalan tersebut perlu segera ditangani yang sejalan dengan tujuan Program PNPM Mandiri Perdesaan yaitu Meningkatnya kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri.

2.Tujuan Yang Ingin Dicapai

1.Tujuan Umum
Tujuan umum pelaksanaan ini adalah terwujudnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan wilayah pesisir yang baik guna menunjang kehidupan ekonomi Petani dan Nelayan.

2.Tujuan Khusus-Mencegah pengikisan/erosi tanah

-Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan dikawasan pesisir Desa Pabbaresseng.
-Membangun aksesibilitas publik (masyarakat) yang berdaya guna
-Meningkatkan pendapatan petani tambak dan nelayan
-Terciptanya penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat

3.Kegiatan Yang Akan DilakukanPembuatan Tanggul 382 M yang berfungsi sebagai Tambatan Perahu, terdiri atas item kegiatan yaitu :
Pembersihan jalur, Penggalian parit, dan Pemasangan batu (Secara lengkap disajikan pada bagian 7 Rencana Pelaksanaan Kegiatan)

4.Manfaat Yang Akan DiperolehManfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini adalah :
1.Terciptanya lapangan kerja
2.Pendapatan nelayan, petani tambak dan rumput laut meningkat
3.Adanya Peningkatan dan pengendalian akses masyarakat terhadap sumberdaya
4.Meningkatnya kualitas lingkungan yang berujung pada terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

5.Sumberdaya perairan khususnya biota perairan akan meningkat. 6

.Akses untuk membangun sistem ekonomi dan sarana penunjang lainnya akan terbangun.

5.Keterlibatan Kelompok Miskin dalam PerencanaanTerdapat 208 warga miskin yang ikut dalam pengambilan keputusan masing-masing 103 orang laki-laki dan 105 orang dari perempuan

6. Potensi SumberdayaPotensi sumberdaya yang ada dan tersedia antara lain :
a. Sumberdaya Manusia (SDM) :
- Teknisi Ahli Bangunan termasuk Tukang Batu
- Swadaya tenaga dari Kelompok Tani dan nelayan
b. Sumberdaya Alam (SDA)
- Material pasir sungai
- Material kayu dan papan

7.Rencana Pelestarian Kegiatan

Untuk mendukung keberlanjutan dan kelestarian program ini maka setelah kegiatan berakhir akan dibentuk kelompok-kelompok kerja (Pokja) yang bertanggungjawab dan menjaga/memelihara prasarana yang ada.

Rabu, 02 Juni 2010

PETA CITRA SPOT DESA PABBARESSENG


Citra Spot Image desa Pabbaresseng. di copy dari googleearth.

Minggu, 23 Mei 2010

MASALAH DUSUN DESA TANA RIGELLA

MASALAH DUSUN

1.Masalah Dusun Issong Batu


No Masalah

1. Persawahan Butuh Irigasi
2. Jalan Tani dan Talud Ada belum ada
3. Daerah Aliran Sungai Terkikis
4. Jalanan ke Pasar belum bagus
5. Saluran Air di Perumahan Sari Bua Indah belum ada
6. Belum Ada Jembatan Gantung Tembus ke Pasar
7. Belum Ada MCK
8. Belum Ada TK


2.Masalah Dusun Pasang Bua

No Masalah

1. Belum ada Saluran Air Limbah Rumah Tangga
2. Jalanan Belum di Talud dan di Kerikil
3. Belum ada Sarana Air Bersih
4. Belum ada saluran Irigasi
5. Belum ada MCK
6. Jalan lorong belum dirabat beton
7. Material Sungai bertumpuk
8. Jalan lorong belum dikerikil
9. Jembatan Gantung rusak


3.Masalah Dusun Campae

No Masalah
1. Jalan Lorong Belum dirabat
2. Jalan Tani belum ditalud dan dirabat
3. Saluran air belum maksimal
4. Sungai mengalami erosi
5. Material Sungai Bertumpuk
6. Belum Posyandu


4.Masalah Dusun Pariama

No Masalah

1. Jalan Tani belum ditalud
2. Tebing Sungai mengalami erosi
3. Jalan Lorong Belum dirabat
4. Material Sungai Bertumpuk
5. Saluran Air Limbah rumah tangga belum ada
6. Belum ada sarana air bersih

RPJM DESA PABBARESSENG

DUSUN SALUKAROE

VISI
TERWUJUDYA SALUKAROE SEBAGAI DUSUN YANG AGAMAIS, BERBUDAYA,BERGOTONG ROYONG, MANDIRI DALAM MENGELOLA SUMBERDAYA ALAM SECARA ADIL, DEMOKRATIS DAN BERKELANJUTAN

MISI
1.MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK, DEMOKRATIS DAN MENJUNJUNG TINGGI SUPREMASI HUKUM
2.MENDORONG TRANSFORMASI BUDAYA MASYARAKAT DALAM MENGELOLA SUMBERDAYA ALAM YANG RELIGIUS DENGAN SEMANGAT GOTONG ROYONG DAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL
3.MEMPOSISIKAN SALUKAROE SEBAGAI BAGIAN DARI SISTEM TRANSPORTASI LOKAL YANG MENGHUBUNGKAN ANTAR DESA
4.MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERPIHAK PADA BIDANG KEAGAMAAN, KESEHATAN, SOSIAL , EKONOMI DAN KETENAGAKERJAAN
5.MEWUJUDKAN PELAYANAN SOSIAL YANG RAMAH DAN BERTANGGUNG JAWAB

RENCANA PROGRAM PEMBANGUNAN DUSUN
1. PEMBUATAN DRAINASE
2. REHABILITASI SARANA AIR BERSIH
3. REHABILITASI JALAN YANG MENGHUBUNGKAN 3 (TIGA) DUSUN
4. PEMBANGUNAN DRAINASE KE JEMBATAN GANTUNG
5. PENGKERIKILAN DAN PENGASPALAN JALAN KE JEMBATAN GANTUNG
6. PENGELOLAAN SUMBERDAYA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DENGAN MEMBUAT BRONJONG
7. PELATIHAN DAN PEMBUATAN BIOGAS RUMAH TANGGA (BIRU)
8. PEMBERIAN HONOR BAGI KADER PEMBERDAYAAN DESA (KPMD/LPMD), ORGANISASI PEMUDA DAN REMAJA
9. MEMBANGUN JEMBATAN BETON SEBAGAI PRASARANA TRANSPORTASI LOKAL YANGMENGHUBUNGKAN ANTAR DESA
10. PEMBANGUNAN POSYANDU
11. SOSIALISASI HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAN WAKTU
12. PEMBUATAN JALAN BARU MENUJU LAPANDOSO MENGHUBUNGKAN JALAN 3 (TIGA) DUSUN
13. PELATIHAN PERAN SERTA PEREMPUAN DALAMPENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM (Gender Perspektif)
14. PELATIHAN MENJAHIT
15. PELATIHAN PEMBUATAN KERAMBA
16. PEMBANGUNAN MCK 2 UNIT
17. PEMBUATAN BUDIDAYA TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) PERMANEN DAN PELATIHAN PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT
18. PEMBUATAN RABAT JALAN
19. MEMBINA DAN MELATIH SANTRI
20. PEMBUATAN JALAN PRODUKSI MENUJU AREAL TAMBAK
21. PEMBERIAN BANTUAN PETANI TAMBAK
22. PENANAMAN POHON PRODUKTIF DI AREAL KOSONG (TANAH MASYARAKAT)
23. MEMBANGUN LAPANGAN OLAH RAGA VOLLY BAL
24. MEMBANGUN LAPANGAN SEPAK TAKRAW
25. MEMBANGUN LAPANGAN BULU TANGKIS
26. PELATIHAN (LIFE SKILL) BAGI REMAJA
27. MEMBANGUN PENDIDIKAN MADRASAH AWALIYAH (MDA)
28. PEMBUATAN SANGGAR TANI
29. PEMBUATAN POSKAMLING
30. MEMBANGUN TUGU PERBATASAN DUSUN 2 UNIT (KERJASAMA ANTAR DUSUN)
31. MEMBANGUN PINTU GERBANG MENUJU JEMBATAN GANTUNG
32. MEMBUAT PAPAN NAMA JALAN DAN INFORMASI LAINNYA
33. PELATIHAN PENGELOLAAN ALTERNATIF RUMPUT LAUT KATONIK
34. MENGADAKAN PENDIDIKAN POLITIK UNTUK RAKYAT
35. PENANAMAN POHON BAMBU SEPANJANG PINGGIRAN SUNGAI
36. PROGRAM PENGEMBANGAN PETERNAKAN MASYARAKAT
37. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA MAKANAN LOKAL KHUSUSNYA MAKANAN OLAHAN DARI SAGU
38. PEMBERIAN BANTUAN BAGI PENGELOLA KERAJINAN LOKAL (Industri Rumah Tangga) SEPERTI ATAP RUMBIA, MEUBEL DAN HASIL LAINNYA
39. PEMBERIAN HONOR GURU-GURU NGAJI
40. PEMBERIAN HONOR PARA PEGAWAI SYARA’ (PETUGAS MASJID)



DUSUN KAPOPANG

VISI
TERWUJUDYA DUSUN KAPOPANG SEBAGAI DUSUN YANG AGAMAIS, BERBUDAYA, BERGOTONG ROYONG, YANG BERPIHAK KEPADA PETANI, DEMOKRATIS DALAMMENGELOLA SDA

MISI
1. MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK, DEMOKRATIS DAN MENJUNJUNG TINGGI SUPREMASI HUKUM
2. MENDORONG TRANSFORMASI BUDAYA MASYARAKAT DALAM MENGELOLA SUMBERDAYA ALAM SECARA AGAMAIS
3. MENJADIKAN KAPOPANG SEBAGAI DAERAH PERTANIAN YANG TANGGUH
4. MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERPIHAK PADA BIDANG KEAGAMAAN, KESEHATAN, SOSIAL , EKONOMI DAN KETENAGAKERJAAN
5. MEWUJUDKAN PELAYANAN SOSIAL YANG RAMAH DAN BERTANGGUNG JAWAB

RENCANA PROGRAM PEMBANGUNAN DUSUN
1. PEMBUATAN TALUD
2. PEMBUATAN DRAINASE 1500 M
3. PENGERASAN JALAN KE BATAS DESA PAMMESAKANG
4. RENOVASI MASJID
5. TANGGUL SUNGAI
6. PENGECORAN JALAN SD
7. RABAT JALAN
8. PEMBERIAN HONOR BAGI KADER PEMBERDAYAAN DESA (KPMD/LPMD), ORGANISASI PEMUDA DAN REMAJA
9. PENYULUHAN
10. PELATIHAN JAHIT MENJAHIT
11. PENGADAAN SARANA AIR BERSIH
12. PEMBUATAN JALAN PRODUKSI (UNTUK PETANI TAMBAK)\
13. PEMBUATAN RABAT JALAN KE JEMBATAN GANTUNG
14. PENGELOLAAN SUMBERDAYA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) DENGAN MEMBUAT BRONJONG
15. PELATIHAN DAN PEMBUATAN BIOGAS RUMAH TANGGA (BIRU)
16. PEMBANGUNAN POSYANDU
17. SOSIALISASI HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAN WAKTU
18. PELATIHAN PERAN SERTA PEREMPUAN DALAMPENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM (Gender Perspektif)
19. PELATIHAN PEMBUATAN KERAMBA
20. PEMBANGUNAN MCK 2 UNIT
21. PELATIHAN TEKNIK BUDIDAYA KEPITING
22. PEMBERIAN BANTUAN PETANI TAMBAK
23. PEMBUATAN BUDIDAYA TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) PERMANEN DAN PELATIHAN PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT
24. MEMBINA DAN MELATIH SANTRI
25. PENANAMAN POHON PRODUKTIF DI AREAL KOSONG (TANAH MASYARAKAT)
26. MEMBANGUN LAPANGAN OLAH RAGA VOLLY BAL
27. MEMBANGUN LAPANGAN SEPAK TAKRAW
28. MEMBANGUN LAPANGAN BULU TANGKIS
29. PELATIHAN (LIFE SKILL) BAGI REMAJA
30. PEMBUATAN SANGGAR TANI
31. PEMBUATAN POSKAMLING
32. MEMBANGUN TUGU PERBATASAN DUSUN 2 UNIT (KERJASAMA ANTAR DUSUN)
33. MEMBUAT PAPAN NAMA JALAN DAN INFORMASI LAINNYA
34. PELATIHAN PENGELOLAAN ALTERNATIF RUMPUT LAUT KATONIK
35. PENANAMAN POHON BAMBU SEPANJANG PINGGIRAN SUNGAI
36. PROGRAM PENGEMBANGAN PETERNAKAN MASYARAKAT
37. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA MAKANAN LOKAL KHUSUSNYA MAKANAN OLAHAN DARI SAGU
38. PEMBERIAN BANTUAN BAGI PENGELOLA KERAJINAN LOKAL (Industri Rumah Tangga) SEPERTI ATAP RUMBIA, MEUBEL DAN HASIL LAINNYA
39. PEMBERIAN HONOR GURU-GURU NGAJI
40. PEMBERIAN HONOR PARA PEGAWAI SYARA’ (PETUGAS MASJID)



DUSUN MULADIMENG

VISI
MENJADIKAN DUSUN MULADIMENG SEBAGAI DUSUN BAHARI YANG AGAMAIS, BERSEJARAH, BERBUDAYA, BERGOTONG ROYONG, DALAM MENGELOLA SUMBERDAYA ALAM

MISI
- MENJADIKAN DUSUN MULADIMENG SEBAGAI PUSAT PENGEMBANGAN SEJARAH ISLAM TANAH LUWU.
- MENDORONG TERCIPTANYA PEMBANGUNAN PARIWISATA YANG BERBASIS RELIGI DAN BAHARI
- MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERPIHAK PADA BIDANG KEAGAMAAN, KESEHATAN, SOSIAL , KEPEMUDAAN, EKONOMI DAN KETENAGAKERJAAN
- MEWUJUDKAN PELAYANAN SOSIAL YANG RAMAH DAN BERTANGGUNG JAWAB

RENCANA PROGRAM PEMBANGUNAN DUSUN
1. PEMBUATAN DRAINASE 1200 M
2. REHABILITASI SARANA AIR BERSIH
3. PERINTISAN JALAN DARI DUSUN MULADIMENG –DUSUN LABUANG 1500 M
4. PERINTISAN JALAN BARU DARI DUSUN MULADIMENG – DUSUN KAPOPANG 100 M
5. PEMBUATAN POSYANDU
6. PENGECORAN JALAN KE PEKUBURAN
7. PEMBANGUNAN MCK 2 UNIT
8. PEMBERIAN HONOR BAGI KADER PEMBERDAYAAN DESA (KPMD/LPMD), ORGANISASI PEMUDA DAN REMAJA
9. PEMBUATAN JALAN MENUJU MONUMEN LAPANDOSO
10. PENGEMBANGAN PARIWISATA LAPANDOSO
11. PELATIHAN PEMBUATAN KERAMBA
12. PELATIHAN TEKNIK BUDIDAYA KEPITING
13. PENANAMAN HUTAN BAKAU
14. PELATIHAN PENGELOLAAN ALTERNATIF RUMPUT LAUT KATONIK
15. PENYULUHAN TEKNIK PEMBUDIDAYAAN RUMPUT LAUT
16. PEMBUATAN SANGGAR TANI NELAYAN
17. PEMBERIAN BANTUAN PETANI TAMBAK
18. TANGGUL SUNGAI
19. PELATIHAN JAHIT MENJAHIT
20. PELATIHAN DAN PEMBUATAN BIOGAS RUMAH TANGGA (BIRU)
21. SOSIALISASI HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAN WAKTU
22. PELATIHAN PERAN SERTA PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM (Gender Perspektif)
23. MEMBINA DAN MELATIH SANTRI
24. MEMBANGUN LAPANGAN OLAH RAGA VOLLY BAL
25. MEMBANGUN LAPANGAN SEPAK TAKRAW
26. MEMBANGUN LAPANGAN SEPAK BOLA
27. PELATIHAN (LIFE SKILL) BAGI REMAJA
28. PEMBUATAN POSKAMLING
29. MEMBANGUN TUGU PERBATASAN DUSUN 2 UNIT (KERJASAMA ANTAR DUSUN)
30. MEMBUAT PAPAN NAMA JALAN DAN INFORMASI LAINNYA
31. PENGEMBANGAN PETERNAKAN MASYARAKAT
32. PEMBUATAN PERPUSTAKAAN DESA
33. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA MAKANAN LOKAL KHUSUSNYA MAKANAN OLAHAN DARI SAGU
34. PEMBERIAN BANTUAN BAGI PENGELOLA KERAJINAN LOKAL (Industri Rumah Tangga) SEPERTI ATAP RUMBIA, MEUBEL DAN HASIL LAINNYA
35. PEMBERIAN HONOR GURU-GURU NGAJI
36. PEMBERIAN HONOR PARA PEGAWAI SYARA’ (PETUGAS MASJID)
37. …
38. …
39. …
40. …


DUSUN LABUANG

VISI
TERWUJUDYA DUSUN LABUANG SEBAGAI DUSUN BAHARI YANG AGAMAIS, BERBUDAYA,BERGOTONG ROYONG, MANDIRI DALAM MENGELOLA SUMBERDAYA ALAM SECARA ADIL, DEMOKRATIS DAN BERKELANJUTAN

MISI
- MEWUJUDKAN PEMERINTAHAN YANG BAIK, DEMOKRATIS DAN MENJUNJUNG TINGGI SUPREMASI HUKUM
- MENDORONG TRANSFORMASI BUDAYA MASYARAKAT DALAM MENGELOLA SUMBERDAYA ALAM YANG RELIGIUS DENGAN SEMANGAT GOTONG ROYONG DAN BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL
- MENJADIKAN LABUANG SEBAGAI BASIS BUDAYA BAHARI
- MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR YANG BERPIHAK PADA BIDANG KEAGAMAAN, KESEHATAN, SOSIAL , EKONOMI DAN KETENAGAKERJAAN
- MEWUJUDKAN PELAYANAN SOSIAL YANG RAMAH DAN BERTANGGUNG JAWAB

RENCANA PROGRAM PEMBANGUNAN DUSUN

1. PEMBUATAN DRAINASE 1500 M
2. REHABILITASI SARANA AIR BERSIH
3. PEMBUATAN TANGGUL SUNGAI 1000 M
4. POSYANDU
5. PENYULUHAN
6. REHABILITASI JALAN YANG MENGHUBUNGKAN 3 (TIGA) DUSUN
7. PENGKERIKILAN DAN PENGASPALAN JALAN KE JEMBATAN GANTUNG
8. PELATIHAN DAN PEMBUATAN BIOGAS RUMAH TANGGA (BIRU)
9. PEMBERIAN HONOR BAGI KADER PEMBERDAYAAN DESA (KPMD/LPMD), ORGANISASI PEMUDA DAN REMAJA
10. TAMBATAN PERAHU
11. PEMBUATAN JALAN BARU DARI UJUNG ASPAL MENUJU PANTAI
12. REHABILITASI LAHAN PANTAI
13. PELATIHAN PEMBUATAN KERAMBA
14. PELATIHAN TEKNIK PEMBUDIDAYAAN KEPITING
41. PEMBANGUNAN MCK 2 UNIT
42. PELATIHAN PENGELOLAAN ALTERNATIF RUMPUT LAUT KATONIK
15. PEMBERIAN BANTUAN BAGI PETANI RUMPUT LAUT KATONIK
16. PENANAMAN POHON BAMBU SEPANJANG SUNGAI
17. PENANAMAN POHON BAMBU SEPANJANG PINGGIRAN SUNGAI
18. PELATIHAN MENJAHIT
19. PEMBERIAN BANTUAN MODAL USAHA BAGI PENGRAJIN PERAHU
20. PELATIHAN PERAN SERTA PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM (Gender Perspektif)
21. MEMBINA DAN MELATIH SANTRI
22. MEMBANGUN LAPANGAN OLAH RAGA VOLLY BAL
23. MEMBANGUN LAPANGAN SEPAK TAKRAW
24. MEMBANGUN LAPANGAN BULU TANGKIS
25. PELATIHAN (LIFE SKILL) BAGI REMAJA
26. PEMBUATAN SANGGAR TANI
27. PEMBUATAN POSKAMLING
28. MEMBANGUN TUGU PERBATASAN DUSUN 2 UNIT (KERJASAMA ANTAR DUSUN)
29. MEMBUAT PAPAN NAMA JALAN DAN INFORMASI LAINNYA
30. PEMBERIAN BANTUAN TERNAK MASYARAKAT
31. PEMBERIAN BANTUAN BAGI PENGELOLA KERAJINAN LOKAL (Industri Rumah Tangga) SEPERTI ATAP RUMBIA, MEUBEL DAN HASIL LAINNYA
32. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA MAKANAN LOKAL KHUSUSNYA MAKANAN OLAHAN DARI SAGU
33. MENGADAKAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN UNTUK RAKYAT
34. SOSIALISASI HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAN WAKTU
35. PEMBERIAN HONOR GURU-GURU NGAJI
36. PEMBERIAN HONOR PARA PEGAWAI SYARA’ (PETUGAS MASJID)
37. …
38. …
39. …
40. …

POTENSI DAN SUMBERDAYA DESA BUKIT HARAPAN

Lahan Pertanian di Desa Bukit Harapan masih tersedia dan terbentang luas.

POTENSI DAN SARANA UMUM

DUSUN BUKIT INDAH
1 Plat Decker 12
2 Sungai 2
3 Jalan Dusun 1
4 Jembatan 2
5 Turbin 1
6 Gunung 2
7 Masjid 1
8 Gudang 1
9 Kantor Desa 1

SUMBERDAYA MATERIAL
No JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Kebun Coklat 150 Ha
2 Rumah 25 Unit
3 Kebun Sayur 5 Ha
4 Kios/Warung 3 Unit
5 Kebun Kopi 4 Ha
6 Kebun Vanili 2 Ha

KEPENDUDUKAN
NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Populasi Penduduk
2 Jenis Kelamin
Laki-laki 53 Orang
Perempuan 59 Orang
3 Pendidikan
• Tinggi 2 Orang
• Sedang 19 Orang
• Rendah 53 Orang
• Tidak Pernah Sekolah 38 Orang

4 Jenis Keterampilan
• Tukang Kayu 6 Orang
• Tukang Batu 4 Orang

5 Kepercayaan
• Islam 112 Orang
• Kristen
• Budha
• Hindu

6 Jenis Pekerjaan
• Tani 111 Orang
• Guru Mengaji 1 Orang

POTENSI UMUM DUSUN MALENGGANG

NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Tanah Kas Desa 10 Ha
2 Gardu Listrik 1 Unit
3 Jalan Dusun 1 Unit
4 PLTA Mikrohydro 1 Unit
5 Bak Air Bersih 1 Unit
6 Pipa Air Bersih 3 Buah
7 Tanah Pekuburan 4 Ha
8 Plat Decker 4 Buah

Potensi Khusus

Sumberdaya Material
NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Kebun Coklat 140 Ha
2 Kebun Merica 15 Ha
3 Kebun Sayur 5 Ha
4 Kebun Cengkeh 1 Ha
5 Kios Campuran 2 Unit

Sumberdaya Non Material
NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Populasi Penduduk
2 Jenis Kelamin
Laki-laki 100 Jiwa
Perempuan 86 Jiwa
3 Pendidikan
• Tinggi 5 Orang
• Sedang 95 Orang
• Rendah 53 Orang
• Tidak Pernah Sekolah 33 Orang

4 Jenis Keterampilan
• Tukang Kayu 6 Orang
• Tukang Batu 4 Orang

5 Kepercayaan
• Islam 186 Orang
• Kristen
• Budha
• Hindu

6 Jenis Pekerjaan
• Tani 183 Orang
• Guru Mengaji 1 Orang
• PNS 2 Orang

DUSUN MINANGA
POTENSI UMUM

NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Mesjid 1 Unit
2 Gereja 1 Unit
3 Kantor Desa 1 Unit
4 Balai Desa 1 Unit
5 Rumah Dinas 1 Unit
6 Rumah Jabatan (Kades) 1 Unit
7 Sekolah SD 1 Unit
8 Sekolah SMP 1 Unit
9 Mushollah 1 Unit


Potensi Khusus
Sumberdaya Material
NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Kebun Coklat 200 Ha
2 Kebun Merica 5 Ha
3 Kebun Sayur 3 Ha
4 Kebun Vanili 3 Ha
5 Kios 4 Unit
6 Tanah kosong 0,25 Ha

Sumberdaya Non Material
NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Populasi Penduduk 339 Jiwa

2 Jenis Kelamin
• Laki-laki 185 Jiwa
• Perempuan 154 Jiwa

3 Pendidikan
• Tinggi 8 Orang
• Sedang 121 Orang
• Rendah 151 Orang
• Tidak Pernah Sekolah 59 Orang

4 Jenis Keterampilan 6 Orang
• Tukang Kayu 4 Orang
• Tukang Batu 2 Orang

5 Kepercayaan
• Islam 276 Orang
• Kristen 63 Orang
• Budha
• Hindu

6 Jenis Pekerjaan
• Tani 72 Orang
• Karyawan swasta 1 Orang
• PNS 5 Orang
• Honorer 2 Orang

7 Jenis Kesenian
• Dero 1 Kelompok


DUSUN PASAMPANG
POTENSI UMUM

NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Mesjid 1 Unit
2 POSYANDU 1 Unit
3 Gudang Rumput Laut 1 Unit
4 Jalan Dusun 1 Unit

Potensi Khusus
Sumberdaya Material
NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Kebun 130 Ha
2 Sawah 12 Ha
3 Tambak Air Tawar 4 Petak
4 Penghijauan PT. Panply 112 Ha
5 Kios Campuran 6 Unit

Sumberdaya Non Material

NO JENIS POTENSI JUMLAH/VOLUME
1 Populasi Penduduk 324 Jiwa
2 Jenis Kelamin
• Laki-laki 156 Jiwa
• Perempuan 168 Jiwa


3 Pendidikan
• Tinggi 13 Orang
• Sedang 40 Orang
• Rendah 90 Orang
• Tidak Pernah Sekolah 181 Orang

4 Jenis Keterampilan
• Tukang Kayu 6 Orang
• Tukang Batu 4 Orang
• Tukang Jahit 2 Orang


5 Kepercayaan
• Islam 310 Orang
• Kristen 14 Orang
• Budha
• Hindu



6 Jenis Pekerjaan
• Tani 70 Orang
• Karyawan swasta 7 Orang
• PNS 3 Orang

Sabtu, 22 Mei 2010

DIAGRAM VENN Desa Bukit Harapan

Diagram Venn ini menggambarkan hubungan dan pengaruh kekerabatn antar pemangku kepentingan dalam desa

VISI MISI DESA TANA RIGELLA

V I S I
Mewujudkan Masyarakat Desa TANA RIGELLA Yang Adil, Makmur, Sehat dan Sejahtera Menuju Kemandirian.


M I S I
1.Meningkatkan Sumberdaya Manusia
2.Meningkatkan Pembangunan Disegala Bidang
3.Perbaikan Tingkat Kesejahteraan
4.Peningkatan Kualitas Hidup Setiap Aspek Kehidupan
5.Meningkatkan Sumber Pendapatan Dengan Pemanfaatan SDA Secara Optimal


Kepala Desa Tanah Rigella


Andi Baso Anka

KLASIFIKASI TINGKAT KESEJAHTERAAN KEC. BUA

KAYA
- Golongan PNS, TNI, POLRI dan Pensiunan
- Penghasilan diatas dari 35.000/hari
- Memiliki Simpanan
- Memiliki rumah dan dilengkapi dengan MCK
- Pendidikan/Pengetahuan Matang
- Tingkat Kesehatan stabil
- Memiliki sarana transportasi

SEDANG
- Rata-rata penghasilan diatas 10.000-30.000/hari
- Penghasilan hanya sekedar transit di Bank
- Memiliki rumah tetapi kebanyakan tidak dilengkapi dengan sarana MCK
- Modal usaha terbatas bahkan hampir tidak ada
- Pendidikan/Pengetahuan Matang
- Tingkat kesehatan stabil
- Memiliki sarana transportasi

MISKIN
- Rata-rata Penghasilan Kurang dari 10.000/hari
- Memiliki Rumah tetapi tidak dilengkapi MCK
- Tidak memiliki modal/sarana usaha
- Pendidikan/Pengetahuan Kurang Matang
- Tingkat kesehatan Tidak stabil
- Tidak memiliki sarana transportasi


SANGAT MISKIN
- Tidak memiliki penghasilan
- Tidak Memiliki Tempat Tinggal Menetap
- Tidak memiliki modal/sarana usaha untuk keluar dari kemiskinan
- Pendidikan/Keterampilan Tidak matang
- Tingkat kesehatan Tidak stabil
- Tidak memiliki sarana transportasi



KRITERIA RUMAH TANGGA MISKIN
1. Rumah Berlantai Tanah Beratap Rumbia
2. Penghasilan Tidak Tetap Tiap Bulan
3. Tidak Punya Modal Usaha
4. Tidak Punya Kendaraan
5. Tidak Punya Lahan Usaha
6. Bukan PNS

Kabupaten Luwu Ibukota Belopa



Letaknya di Sulawesi Selatan. Dimekarkan menjadi tiga daerah strategis, yaitu Kabupaten Luwu Utara ibukota Masamba kemudian dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Luwu Timur ibukota Malili dan Kota Palopo. Pemekaran ini turut menjadikan Kota Palopa selaku perintahan otonom kota Palopo. Luas wilayah Kabupaten Luwu 3.098,97 km², sebelum Palopo menjadi kota otonom dengan jarak tempuh dari Kota Makassar lebih dari 367 km.


Pemekaran kabupaten Luwu dimekarkan pada saat Dr. Kamrul Kasim menjabat sebagai Bupati Luwu dari tahun 1999 sampai tahun 2003. Kabupaten Luwu mulai berangsur-angsur memindahkan pusat pemerintahan dari kota Palopo ke kota Belopa, suatu kecamatan di sebelah Selatan, pinggir jalanan poros Palopo-Makassar sejak tahun 2002, tetapi Belopa resmi menjadi ibu kota sejak 13 Februari 2006. Sekarang Luwu dipimpin oleh Andi Mudzakkar sejak 2009 setelah Bupati H.M. Basmin Mattayang.

Keadaan Geografis
Secara geografi Kabupaten Luwu terletak pada koordinat antara 2°3’45” sampai 3°37’30” LS dan 119°15” sampai 121°43’11” BB, dengan batas administratif:
Batas wilayah:

Utara : Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Tana Toraja[1]
Selatan : Kabupaten Bone dan Kabupaten Wajo
Barat : Kabupaten Tana Toraja, Enrekang, Sidrap, dan Wajo
Timur : Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara

KELOMPOK TANI

Jumat, 21 Mei 2010

VISI DAN MISI


DESA PABBARESSENG KECAMATAN BUA


VISI :
TERWUJUDNYA DESA PABBARESSENG SEJAJAR DENGAN DESA-DESA LAIN YANG MAJU, BERWAWASAN NASIONALIS, AGAMAIS DAN BERBUDAYA

MISI :
- MEWUJUDKAN SISTEM KERJASAMA DAN KEGOTONG ROYONGAN
- MENCIPTAKAN LAPANGAN KERJA SEBAGAI WUJUD PENINGKATAN, KESEJAHTERAAN WARGA
- MEMBANGUN INFRASTRUKTUR YANG BERPIHAK PADA PETANI DAN NELAYAN


KEPALA DESA PABBARESSENG


M. DAMING, A.Ma

VISI MISI DESA BUKIT HARAPAN

V I S I


Mewujudkan Masyarakat Desa Bukit Harapan Yang Adil, Makmur, Sehat dan Sejahtera Menuju Kemandirian.


M I S I


1. Meningkatkan Sumberdaya Manusia
2. Meningkatkan Pembangunan Disegala Bidang
3. Perbaikan Tingkat Kesejahteraan
4. Peningkatan Kualitas Hidup Setiap Aspek Kehidupan
5. Meningkatkan Sumber Pendapatan Dengan Pemanfaatan SDA Secara Optimal

PETA DESA PABBARESSENG

PETA KEC. BUA